Jumat, 12 Juni 2015

Pemerintah Luncurkan buku tentang sejarah Islam di indonesia

Pemerintah telah meluncurkan buku tentang sejarah Islam di Indonesia yang disusun oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan pendidikan dan Kebudayaan Kementerian untuk menunjukkan bahwa Islam Indonesia moderat dan pelindung.

"Islam Indonesia lebih baik daripada yang di Arab Saudi karena tidak membawa tentang ISIS (negara Islam Irak dan Suriah), Alqaeda, dan gerakan-gerakan lain yang ingin menuduh sesama Muslim menjadi orang-orang kafir. Ini konyol,"seorang sejarawan Prof Taufik Abdullah dinyatakan di sini.

Meluncurkan sejarah Islam di Indonesia (baca buku) dilakukan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan pendidikan dan Urusan Kebudayaan Kementerian Prof Kacung Maridjan MA dan diskusi buku di berbasis Surabaya Universitas Airlangga (Unair) terakhir Kamis (11 Juni), ia menjelaskan bahwa Islam Indonesia bukanlah "Islam di Indonesia" tetapi "gaya Islam Indonesia."

"Saya menghargai buku baca buku ini, karena buku mengenai Islam Indonesia biasanya bercerita tentang (Islam) di Jawa, tetapi Islam Indonesia saat ini benar-benar menginformasikan tentang (gambar) Islam di Indonesia yang dikompilasi di lima volume, mulai dari akar sejarah, tradisi intelektual, pelembagaan, sastra/seni, termasuk bahan Khasanah budaya"

Salah satu penulis sekitar 30 baca buku mengatakan bahwa ada tiga proses Islamisasi di Indonesia, yaitu kedatangan Islam di Indonesia pada abad ke-9, makam Islam di abad ke-11 (di Trowulan makam, Mojokerto, Jawa Timur), dan kekuatan (penguasa) Islam di abad ke-13.

"Portugis dan Belanda yang menjajah Indonesia menyatakan jejak-jejak Islam Indonesia yang ditemukan di abad ke-13, baik di Pariaman (Sumatera Barat) dan pesisir utara (Jawa)," menjelaskan Taufik Abdullah.

Namun, titik menarik khusus Indonesia adalah perkembangan rumah dijual Islam mulai dari Raja Talo, Perdana Menteri Gowa (Sulawesi Selatan) dan tiga ulama dari Makassar/Minangkabau yang menyebarkan Islam yang mengembangkan Islam antara lain dalam tulang (Sulawesi), Bima (Nusa Tenggara Barat/NTB), Kutai (Kalimantan), menunjukkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar